Senin, 13 Februari 2012

Dunia dihuni empat ragam manusia. Pertama, seorang hamba diberi Allah harta kekayaan dan ilmu pengetahuan lalu bertakwa kepada Robbnya, menyantuni sanak-keluarganya dan melakukan apa yang diwajibkan Allah atasnya maka dia berkedudukan paling mulia. Kedua, seorang yang diberi Allah ilmu pengetahuan saja, tidak diberi harta, tetapi dia tetap berniat untuk bersungguh-sungguh. Sebenarnya jika memperoleh harta dia juga akan berbuat seperti yang dilakukan rekannya (kelompok yang pertama). Maka pahala mereka berdua ini adalah (kelompok pertama dan kedua) sama. Ketiga, seorang hamba diberi Allah harta kekayaan tetapi tidak diberi ilmu pengetahuan. Dia membelanjakan hartanya dengan berhamburan (foya-foya) tanpa ilmu (kebijaksanaan). Ia juga tidak bertakwa kepada Allah, tidak menyantuni keluarga dekatnya, dan tidak memperdulikan hak Allah. Maka dia berkedudukan paling jahat dan keji. Keempat, seorang hamba yang tidak memperoleh rezeki harta maupun ilmu pengetahuan dari Allah lalu dia berkata seandainya aku memiliki harta kekayaan maka aku akan melakukan seperti layaknya orang-orang yang menghamburkan uang, serampangan dan membabi-buta (kelompok yang ketiga), maka timbangan keduanya sama. (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Kamis, 07 Oktober 2010

tugas TPKAI

TERORISME
Sebenarnya Terorisme merupakan istilah yang kabur. Tidak ada kesepakatan tentang batasan pengertian tentang terorisme. Yang jelas terorisme merupakan aksi atau tindakan keras yang merusak.
Secara etimologis terorisme berasal dari kata terror. Menurut Oxpord Paperback, terror artinya extrim fear atau rasa takut yang luar biasa atau seseorang yang mengerikan. Terorisme memiliki karakter khas, yaitu penggunaan kekerasan secara sistematis untuk mencapai tujuan politik. metodenya adalah pengeboman, pembajakan, penyanderaan, atau singkatnya “aksi kekerasan bersenjata”.
Terorisme menjadi isu utama dunia saat ini adalah aksi kekerasan kelompok tertentu untuk melawan dominasi Amerika Serikat. Kelompok-kelompok yang di zhalimi oleh AS, kemudian melakukan perlawanan-perlawanan dalam bentuk serangan terhadap berbagai fasilitas atau kepentingan AS di manca Negara. Ketika kita sekarang berbicara masalah terorisme, sebenarnyakita telah terjebak oleh wacana yang dimunculkan AS. AS-lah yang menjadi agenda utama dalam wacana terorisme ini. Ketika Negara adidaya itu merekayasa peristiwa 11 september 2001 di susul dengan kampanye anti terror Internasional.
Berkat dukungan media masa. AS berhasil menciptakan opini public tentang bahaya terorisme. Sehingga terorisme menjadi agenda public yang memunculkan kebijakan public di seluruh Negara, termasuk Indonesia. Semua Negara menyatakan perang terhadap terorisme. Indonesia Negara muslim terbesar di dunia, bahkan harus melahirkan UU anti terorisme.
Akan tetapi terorisme di dunia khususny di Indonesia, terdoktrinasi oleh paham atau idieologi. Orang-orang yang sdalah kaprah mengartikan makna jihad. Mereka berasumsi bahwa jihad adalah perang melawan kaum kafir dan sekutunya. Yang di janjikan atas jihad tersebut adalah syurga atau gelar syuhada yaitu orang yang mati syahid.
Dari terpengaruhnya orang-orang yang awam tetang kajian agama bisa juga orang yang terdesak secara ekonomi. Mereka bahkan menghalalkan semua cara. Dari prampokan, pembunuhan, pembajakan, dan bom bunuh diri untuk tujuan yang di harapkannya.
Dari artikel yang saya telah baca, bahwa dikatakan oleh mantan wakil presiden Indonesia. Menurutnya Indonesia merupakan Negara yang paling banyak menangkap pelaku terorisme di banding dengan Negara lain. Namun demikian masalah terorisme ini menyangkut pemahaman atau idieologi, maka akan sangat sulit memberantas idieologi.
Disinilah kita temukan orang-orang yang menyelenggarakan atau yang menampung terorisme. Diantaranya Al-qoidabyang mencakup seluruh Negara di dunia dan organisai Jemah Islamiyah (JI) yang memegang peran penting di Asia Tenggara termasuk di Indonesia. Dari jarring inilah muncul dan melahirkan faham-faham yang radikal dan untuk menyelesaikan maslahnya adalah dengan cara menyebarkan terror untuk jalan kebenaran.
Mereka membawa nama Agama Islam dalam hal pelakuan mereka terhadap kegiatan-kegiatannya. Di islam sendiri tidak pernah di anjurkan untuk melakukan tindakan kekerasan bahkan menyakiti sesama saudarapun tidak pernah dibenarkan. Apalagi merampok, pembunuhan, dan pengeboman. Dampaknya Agama Islam dicap sebagai Teroris. Disinilah peran penting pemuka agama dibutuhkan untuk meluruskan teori tentang makna jihad itu.
Perlu pendekatan dan Pengajian yang secara spesivic untuk meluruskan paham atau idieologi mereka. Yakni dengan cara menjelaskan tentang makna jihada itu sendiri. Untuk menyelamatkan umat islam dan generasi muda kedepannya dari ancaman menjadi pelaku teroris. Karena kaula muda sekarangrentan dengan ajakan tentang faham-fham yang mereka ajarkan.
Tindakan para pemuka Agama yang harus mengambil peranan disini. Akan tetapi lingkunganpun berperan penting terhadap terjadinya tindkan terror ini. Diantaranya lingkungan yang terdekat adlah keluarga. Keluarga berhak dan berkewajiban tingkah laku perilaku anggota keluarganya. Dengan cara memberikan perhatian dan pendidikan yang menjadikan seseorang tersebut mempunyai kegiatan formal dan non formal dengan pengawasan familinya.
Negarapun harus berperan penting dalam penuntasn tentang terorisme ini. Memberantas pelaku terorisme pasti dapat dilakukan oleh pemerintah. Akan tetapi menghilangkan idieologi terororisme ini sangat sulit. Sehingga peranan masyarakat, tokoh-tokoh masyarkat dan semua elemen bangsa harus berperan andil dalam memberantas idieologi ini.
Ada dua hal yang sangat harus dilakukan yaitu pemerintah dan polisi terus memburu pelaku terorisme. Sedangkan masyarakat harus waspada terhadp idieologi terorisme yang terus berkembang. Terorisme adalah suatu pemikiran atau idieologi yang terus berkembang yang dibangun dalam pikiran.
Banyaknya pelaku terorisme di Indonesia adalah kurangnya sosialisasi antara pemerintah dan kepolisian terhdap masyarakat. Sehingga sikap acuh terjadi pada masyarakat awam tentang keberadaan hal-hal yang mencurigakan. Disinilah peran andil supaya semua pihak meningkatkan kepeduliannya terhadap lingkungannya.

Senin, 30 Agustus 2010

masih tugas

Film ke 2
The last samurai
Film ini saya tonton bersama teman-teman pada akhir tahun 2005 di salah satu rumah teman kami dengan menyewa pada tempat penyewaan DVD di slah satu ruko di bandung.
Film ini saya jadikan sebagi resensi dari beberapa film yang saya telah saksikan.
Film yang di bintangi oleh Tom Crus, yang bergendrekan tentang action dan perjuangan seorang tentara inggris yang sedang menjajah rakyat jepang ini Dan pengorbankan dirinya untuk menjaga tradisi permainan samurai hingga ia pun menjadi seorang yang bisa memainkan pedang samurai yang terakhir
Kisah seorang tentara inggris yang sedang menjajah rakyat jepang yang berhasil menjadi Sandra rakyat jepang, selama menjadi tahanan rakyat jepang dia tidak dalam kehidupan tersiksa akan tetapi dia mencintai tradisi dan adat rakyat jepang yang tadinya ingin menguasai dan membunuh semua rakyat jepang yang tidak tunduk kepada kepemerintah negaranya yaitu inggris kini beralih menjadi sangat mencintai dan menyukai segala tradisi rakyat jepang. Sehingga dia pun mempelajari semua tradisi jepang yang paling dia sukai adalh permainan samurai bertahun-tahun dia belajar samurai sehingga mahir menggunakan benda tersebut dan suatu ketika dia pun jatuh cinta kepada seorang gadis jepang dan di menikahinya. Pada saat tentara inggris terus membantai warga jepang yang mahir memainkan samurai. Dia bekerja sama dengan seluruh warga dan menyusun strategi untuk melancarkan penyerangan terhadap tentara inggris. Dengan cara perang grilia. Peperang pun terjadi di sebuah padang pasir mereka membangun jebakan-jebakan untuk mengalahkan tentara inggris. Akan tetapi mereka kalah jumlah dengan tentara inggris dan kalah persenjataan sehingga tentara dari pihak jepang pun beerguguran, mereka hanya mengandalkan sebuah pedang samurai. Dari sini semua yang mahir menggunakan pedang samurai gugur dan menyisakan satu pejuang yaitu tentara inggris yang bisa menggunakan pedang samurai, dia pun di bawa dan di adili oleh negaranya sendiri karena sebagai penghianat dan dia pun di beri hukuman mati oleh petinggi Negara inggris.
Dari yang bisa di ambil dari pembelajaran film tersebut ialah kita harus mencintai budaya sendiri dan menjaganya, sebelum budaya itu di ambil oleh Negara lain.
Nama : M.Awaluddin
Smester : III B
Nim : 2009.1065

SANG PEMIMPI
Saya menonton film ini pada tahun 2009 dengan sengaja sendiri datang pada salah satu bioskop di kota besar yaitu di bandung.
Dari sekian banyak film yang saya saksikan di layar lebar film ini saya pilih karna serat dengan motivasi dan perjuangan bagi kita para pelopor muda untunk bermimpi setinggi tingginya dengan di barengi dengan berusaha karna dalam suatu pribahasa arab “man jadda wa jadda”
Film yang di angkat dari novel karya andrea hirata yang bergendre mengangkat tema drama kolosal yang serat dengan pembangunan motivasi anak anak sma pada era tahun 80’an yang berasal dari pelosok pulau Sumatra yang kaya oleh hasil tambang yaitu pulau Bangka Belitung, berdasarkan adaptasi dari novel laskar pelangi yang di bintangi oleh ikal remaja vikri septiawan, arai rendy ahmad dan jimron azwir fitrianto, yang tengah sama-sama beranjak dewasa, bergelut dengan cita-cita dengan di temani oleh dua guru yang berdedikasi tinggi pak balia yang di perankan oleh nugi dan pak mustar yang di perankan oleh landing simatupang di temani oleh cinta seorang ayah diperankan oleh matias muchus. Dan lukman sandi sebagai ikal dewasa dan nazriel ilham Akbar sebagai aria dewasa.
Kisah tiga orang sahabat yang berasal dari suatu perkampungan yang tidak terjamah oleh moderenitas dimana seorang ikal, aria, serta jimron berusaha bergelut sendiri untuk bersekolah di kota manggar, mereka bersekolah di SMA tertua di kota manggar yaitu sekolah yang mana kebanyak muridnya berasal dari golongan menengah kebawah. Di sekolah ini mereka di ajari dengan kerasnya seorang kepala sekolah yaitu pak mustar yang disebut-sebut sebagai guru yang galak dan seorang guru yang memberikan semangat dengan memotivasi setiap muridnya dengan cara memberikan inspirasi-inspirasi untuk mencapai mimpinya yaitu pak balia dengan semngat jiwa mudanya. Luka liku hidup mereka jalani dari bekerja sebagai tukang bersih-bersih kapal sampai pengangkut ikan kepada tengkulaknya. Mereka merencanakan sebuah cita-cita untuk mengejar beasiswa sekolah di sorbghong paris prancis. Akan tetatpi semangat ikal luntur begitu di mencurahka isi hatinya kepada seorang nahkoda kapal yang telah mengarungi samudra dengan tidak pernah belajar. Dari sini ikal pun tidak pernaah sekolah sehingga pada satu ketika hasil rapor di bagikan kepada tiap-tiap wali muridnya, ikal pun mengecewakan seorang ayah yang jauh-jauh berkilo-kilo meter mengayuh sepeda ontelnya demi kebanggaan anaknya yang hanya memiliki satu buah jas safari yang mana pakaiain itu hanya di pakai ketika menggambil rapor anaknya, disinalah kekecewaan seorang ayah kepada ikal. Akan tetapi ikal beruntung mempunyai dua orang sahabat yang begitu sangat memperhatikannya, mereka memotifasi kembali seorang ikal untuk mengejar cita-citanya mengajar sekolah ke paris prancis. Dari sini mereka belajar dengan sungguh sungguh untuk mencapai nilai smester akhir yang memuaskan. Mereka merencanakan setelah lulus ujian maka mereka akan pergi ke ibukota Jakarta untuk melanjutka kejenjang perkuliahan sambil mendapatkan pekerjaan yang menjanjikan di ibu kota. Setelah lulus SMA hanya ikal dan aria lah yang pergi ke Jakarta dengan modal hasil kerja mereka dan dengan celengan jimron yang di berikan kepada aria dan ikal. di jakarta mereka masuk perguruan tinggi yaitu universitas Indonesia, ikal pun masuk pada fakultas ekonomi sedangkan aria masuk pada fakultas biologi. Tahun 1990 mereka lulus dengan nilai yang memuaskan. Akan tetapi masih jauh perjalan menuju keparis, sementara keuangn mereka sudah menipis ikal hanya bekerja sebagai tukang sortir di kantor pos sedangkan aria hanya menjadi pekerja sereabutran yang tidak jelas penghasilannya. Pada satu ketika aria pun meninggalkan seorang ikal dengan brosur bea siswa yang ada di Koran. Ikal pun kecewa kepada aria, akan tetapi ikal menyadari bahwa hidup tidak harus selalu tergantung kepada orang lain dari situ ikal pun bertekad seorang diri menuju impiannya bersekolah ke paris. Ikal pun giat menulis karangan karanganya kepada media cetak dan mengajar di sekolah SMA sambil menyusun proposalnya mendapatkan bea siswa ke paris. Setelah proposal selesai di kerjakan ikal pun mendapat panggilan dari instalsi yang mengadakan beasiwa sekolah di paris, dengan secara tidak sengaja aria pun mendapat panggilan di instalasi tersebut maka pertemuan ikal dan aria kembali. Aria menyangka bahwa ikal lupa akan cita-citanya bersekolah ke paris selama aria menghilang di bekerja kepulau Kalimantan sehimgga disana ia mendapatkan pekerjaan yang menjanjikan. Ikal pun baru tersadar bahwa bukan seorang aria yang akan patah semangat dia yang memiliki ide-ide imajinasi gila yang selalu berhasil dilaksanakannya. Setelah itu mereka mendapatkan bea siswa tersebut mreka berdua pun sampai di eropa.
Dari kisah tersebut bahwa sesengguh mimpi itu adalah kunci untuk kita mewujudkan apa-apa yang kita inginkan sebab rasull pun mengatakan “sesungguhnya segala perbuatan itu bagai mana niatnya” Allah pun berfirman dalam Al-Quran “Allah tidak akan mengubah suatu kaum sehingga dia merubah dengan sendirinya”. Dan film ini menginspirasikan terhadap kehidupan saya tentang makna persahabatan dan makna kerja keras untuk mencapai suatu tujuan, sehingga bisa membangkitkan semangat saya dalam keadaan terpuruk menjadi lebih bersemgatan dalam menjalanikehidupan ini tanpa seorang ayah yang sangat saya cintai.